
Pengalaman pertamaku...
Hari ini Selasa, tepat tanggal 20 April 2010 pengalaman pertamaku semenjak aku masuk Sekolah Dasar. Mungkin karena pertimbangan ibu guruku yang begitu baik dan sabar mengajariku. Beliau adalah sosok guru yang begitu sabar dan tekun mengajari murid-muridnya. Kita semua tahu anak SD yang baru masuk sekolah, semua orang tua murid mendampingi anak-anaknya tak terkecuali diriku. Mungkin anggapan orangtua ku ini hari pertama aku sekolah, jadi harus diantar ke sekolah. Aku pada hari kedua ke sekolah tidak mau diantar lagi, aku berani ke sekolah seorang diri.
Alhamdulillah di sekolah aku tidak mengalami hambatan yang berarti, karena sebelum sekolah orangtuaku terutama ibuku selalu mengajari aku tak kenal lelah dan juga aku belajar mengaji iqro. Hasilnya aku tidak terlalu memberatkan guruku, aku sudah bisa membaca dan menulis juga mengaji. Perjuangan orangtuaku tidak sia-sia, walaupun aku bukan lulusan TK tapi aku bisa mengikuti pelajaran di sekolah, bahkan Alhamdulillah atas kuasa Allah aku diijinkan menempati rangking pertama di kelasku.
Aku tidak bangga, malah beban berat terasa dipundakku. Aku harus bisa mempertahankan itu semua bahkan kalau bisa ditingkatkan lagi. Mudah-mudahan atas kuasa Allah memperkenankan do'a-do'aku dan harapan-harapanku juga harapan kedua orangtuaku.
Aku bangga mempunyai orangtua yang begitu perhatian, sejak dini aku dikenalkan menulis, membaca, bahkan mengaji. Sekarang pun aku hampir khatam juz 'ama. Aku diajari supaya jangan meninggalkan sholat lima waktu, aku diterangkan tentang Sang Pencipta. Begitu menusuk ke dalam relung hatiku. Walaupun Allah tidak terlihat tapi Dia Maha Melihat apa yang kita perbuat, begitu kata bapakku. Bapakku sering bercerita tentang alam sesudah kematian, bercerita tentang kebaikan, bercerita tentang bakti pada kedua orangtua, dan lain-lain.
Tapi tetap sifatku yang masih kekanak-kanakan tidak bisa dihilangkan, aku sering kelupaan sholat terutama sholat dzuhur karena keasyikan bermain. Yah namanya juga anak-anak, tapi aku selalu mengerjakan sholat fardu yang lainnya. Bapak mengajariku hafalan-hafalan surat pendek. "Itu saja yang dibaca dalam sholat kalau belum hafal yang lain",kata bapakku. Aku selalu merasa rugi kalau tidak atau melewatkan waktu sholatku. Pernah aku sholat dzuhur di waktu ashar, jadi sholatku delapan raka'at, dzuhur empat raka'at dan ashar empat rakaat. Tentu saja keluarga yang di rumah memakluminya, dan orangtuaku menerangkan waktu-waktu sholat.
Aku juga hampir setiap malam selesai mengaji selalu belajar dengan membuat latihan-latihan soal oleh kedua orangtuaku. Wah... senangnya hatiku kalau aku mendapat nilai bagus, kadang aku juga protes kalau isian soalku ada yang salah. Aku inginnya betul semua...senangnya hatiku mempunyai orangtua yang begitu peduli pada diriku. Aku ingin sekali membahagiakan kedua orangtuaku kelak. Aku ingin belajar sungguh-sungguh dan penuh ketekunan. Ya Allah ridhoilah kedua orangtuaku mendidikku, jadikanlah amal ibadah untuk-Mu, karena kelak akan dipertanggungjawabkan amanat itu.
Oh iya...aku lupa pengalaman pertamaku yang mungkin sangat bersejarah...hari ini aku mengikuti Lomba Calistung (Membaca, menulis dan berhitung). Aku dipilih oleh ibu guruku karena pertimbangan tadi, aku dinilainya lancar membaca dan menghitung. Aku ingin mendapat hasil yang terbaik untuk diriku, kedua orangtuaku dan sekolahku. Senang rasanya bisa membahagiakan mereka. Ya Allah wujudkan asaku Ya Allah...!!!. Do'aku aku ya semoga mendapat hasil yang terbaik...Amin...
Alhamdulillah di sekolah aku tidak mengalami hambatan yang berarti, karena sebelum sekolah orangtuaku terutama ibuku selalu mengajari aku tak kenal lelah dan juga aku belajar mengaji iqro. Hasilnya aku tidak terlalu memberatkan guruku, aku sudah bisa membaca dan menulis juga mengaji. Perjuangan orangtuaku tidak sia-sia, walaupun aku bukan lulusan TK tapi aku bisa mengikuti pelajaran di sekolah, bahkan Alhamdulillah atas kuasa Allah aku diijinkan menempati rangking pertama di kelasku.
Aku tidak bangga, malah beban berat terasa dipundakku. Aku harus bisa mempertahankan itu semua bahkan kalau bisa ditingkatkan lagi. Mudah-mudahan atas kuasa Allah memperkenankan do'a-do'aku dan harapan-harapanku juga harapan kedua orangtuaku.
Aku bangga mempunyai orangtua yang begitu perhatian, sejak dini aku dikenalkan menulis, membaca, bahkan mengaji. Sekarang pun aku hampir khatam juz 'ama. Aku diajari supaya jangan meninggalkan sholat lima waktu, aku diterangkan tentang Sang Pencipta. Begitu menusuk ke dalam relung hatiku. Walaupun Allah tidak terlihat tapi Dia Maha Melihat apa yang kita perbuat, begitu kata bapakku. Bapakku sering bercerita tentang alam sesudah kematian, bercerita tentang kebaikan, bercerita tentang bakti pada kedua orangtua, dan lain-lain.
Tapi tetap sifatku yang masih kekanak-kanakan tidak bisa dihilangkan, aku sering kelupaan sholat terutama sholat dzuhur karena keasyikan bermain. Yah namanya juga anak-anak, tapi aku selalu mengerjakan sholat fardu yang lainnya. Bapak mengajariku hafalan-hafalan surat pendek. "Itu saja yang dibaca dalam sholat kalau belum hafal yang lain",kata bapakku. Aku selalu merasa rugi kalau tidak atau melewatkan waktu sholatku. Pernah aku sholat dzuhur di waktu ashar, jadi sholatku delapan raka'at, dzuhur empat raka'at dan ashar empat rakaat. Tentu saja keluarga yang di rumah memakluminya, dan orangtuaku menerangkan waktu-waktu sholat.
Aku juga hampir setiap malam selesai mengaji selalu belajar dengan membuat latihan-latihan soal oleh kedua orangtuaku. Wah... senangnya hatiku kalau aku mendapat nilai bagus, kadang aku juga protes kalau isian soalku ada yang salah. Aku inginnya betul semua...senangnya hatiku mempunyai orangtua yang begitu peduli pada diriku. Aku ingin sekali membahagiakan kedua orangtuaku kelak. Aku ingin belajar sungguh-sungguh dan penuh ketekunan. Ya Allah ridhoilah kedua orangtuaku mendidikku, jadikanlah amal ibadah untuk-Mu, karena kelak akan dipertanggungjawabkan amanat itu.
Oh iya...aku lupa pengalaman pertamaku yang mungkin sangat bersejarah...hari ini aku mengikuti Lomba Calistung (Membaca, menulis dan berhitung). Aku dipilih oleh ibu guruku karena pertimbangan tadi, aku dinilainya lancar membaca dan menghitung. Aku ingin mendapat hasil yang terbaik untuk diriku, kedua orangtuaku dan sekolahku. Senang rasanya bisa membahagiakan mereka. Ya Allah wujudkan asaku Ya Allah...!!!. Do'aku aku ya semoga mendapat hasil yang terbaik...Amin...

